Keunikan Desa Sade Tempat Wisata di Lombok yang Menarik

Keunikan Desa Sade Tempat Wisata di Lombok yang Menarik

Bagi Anda yang berkunjung ke Lombok melalui jalur udara, sempatkanlah ke tempat wisata di Lombok yang menarik, Desa Sade. Dari Bandara Internasional Lombok menuju Desa Sade hanya memakan waktu tempuh sekitar 20 menit. Desa ini juga layak dikunjungi bagi Anda yang tidak memiliki waktu banyak berlibur di Lombok.

Terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Sade sejatinya merupakan dusun yang lebih populer disebut oleh para wisatawan sebagai desa. Tak sulit menemukan desa ini, karena letaknya persis berada dipinggir jalan di rute yang sama dengan Pantai Tanjung Aan.

tempat wisata di Lombok yang menarik
tempat wisata di Lombok yang menarik

Meski berada persis dipingir jalan raya dengan aspal mulus dan sangat dekat dengan modernitas, Desa Sade terkenal masih kental dengan tradisinya. Seluruh warganya masih berpegang teguh terhadap aturan adat yang ada. Kurang lebih ada sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sade yang seluruhnya merupakan Suku Sasak asli. Karena kekonsistenan warganya menjaga tradisi, Dinas Pariwisata setempat menjadikan Desa Sade sebagai desa wisata.

Keunikan Desa Sade, Tempat Wisata di Lombok yang Menarik

keunikan wisata lombok
Rumah suku sasak Lombok

Berikut ini berbagai keunikan yang terdapat di Desa Sade, tempat wisata di Lombok yang menarik:

  1. Bangunan

Orisinalitas tradisinya tergambar dari bangunan rumah yang penuh dengan kesan tradisional, mereka menamakan bangunannya dengan sebutan Bale. Atapnya terbuat dari alang-alang yang dikeringkan, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa menggunakan paku, dinding terbuat dari anyaman bambu, dan lantai beralaskan tanah liat dengan campuran sekam padi.

  1. Perawatan Bangunan

Ada yang paling unik dari desa ini. Perawatan lantainya menggunakan bahan yang tidak biasa. Setiap seminggu sekali atau sebeum dimulainya acara adat, lantai dibersihkan dengan menggunakan kotoran kerbau dicampur dengan sedikit air. Kemudian setelah kering, disapu dan digosok dengan batu.

Meski dibersihkan menggunakan kotoran kerbau, alas rumah tak lantas menimbulkan bau tak sedap. Menurut tradisi Suku Sasak Sade, penggunakan kotoran kerbau sebagai bahan perawatan alas rumah dapat membuat lantai semakin halus dan kokoh. Masyarakat setempat juga percaya, bahwa kotoran kerbau dapat mengusir serangga, sehingga aman dari nyamuk. Perawatan lantai menggunakan kotoran kerbau juga dipercaya dapat menangkal berbagai serangan magis yang ditujukan pada penghuni rumah.

  1. Tradisi Kawin Culik

Seorang lelaki di Suku Sasak tidak perlu melamar seorang perempuan untuk menikahinya. Jika keduanya sama-sama saling suka, sang lelaki hanya perlu membawa kabur sang perempuan dan kemudian disembunyikannya di tempat yang tidak diketahui orangtuanya. Prosesi kawin culik ini tentu sebelumnya sudah disepakati dan diketahui oleh keluarga sang perempuan.

Setelah menculiknya, sang lelaki mengutarakan niatnya menikah kepada orangtua sang gadis. Setelah disetujui, proses terakhir adalah nyongkolan. Di mana, iring-iringan pengantin lelaki mengembalikan pengantin perempuan ke rumah orangtuanya. Kemudian, barulah keduanya tinggal bersama di Bale Kodong.

Mata Pencaharian Tetap Desa Sade, Tempat Wisata di Lombok yang Menarik

Mata pencaharian masyarakat Sade mayoritas adalah bertani padi dan sayur-mayur. Namun, saat bertani mereka hanya mengandalkan air hujan, karena upaya irigasi yang dilakukan tak pernah berhasil. Jadi, padi hanya ditanam sekali dalam setahun. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan, warga juga bertani sayur-mayur dan menenun untuk perempuannya.

Perempuan di Desa Sade wajib bisa menenun. Mereka baru dikatakan dewasa dan boleh menikah hanya saat sudah pandai menenun. Tenun di desa ini menggunakan bahan baku tradisional. Untuk benangnya, warga membuat sendiri dengan memintal kapas. Semantara untuk pewarnaan, mereka menggunakan warna alami dari tumbuhan dan tanaman sekitar.


Comments are closed.