Keunikan Desa Wisata Sukarare

Keunikan Desa Wisata Sukarare

Di Lombok selain keindahan pantainya yang terkenal ada lagi kearifan lokal yang patut untuk dibanggakan yaitu kerajinan tenunnya. Kain songket khas Lombok memang mempunyai keunikan tersendiri dan juga mempunyai cita rasa seni yang tinggi. Di sana ada salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai penenun kain dan desa tersebut adalah Sukarare. Desa wisata yang terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Banyak hal-hal unik yang bisa anda temukan saat berada di desa itu.

Melihat Kain Songket Khas Desa Sukarare

kain tenun khas desa sukarare
kain tenun khas desa sukarare

Mungkin desa wisata ini sama persis dengan desa wisata Sade. Tetapi ada beberapa perbedaan di sana. Jika di Sade memperlihatkan kebudayaan yang kental dari suku Sasak, di desa wisata Sukarare anda bisa melihat banyaknya kain songket yang dipajang. Desa tersebut merupakan desa yang mempertahankan kerajinan tradisional ini sejak dulu. Di sini anda bisa melihat para ibu-ibu bahkan pemudi yang sangat mahir menenun kain. Kain songket buatan desa ini memang sudah sangat terkenal di mana-mana.

Lalu apa keistimewaan yang akan ditawarkan oleh objek wisata di Lombok ini? Pertama anda akan melihat pemandangan desa yang begitu asri dan masih sangat alami. Pepohonan hijau akan anda temui apabila anda sedang mengunjungi tempat ini dan kata polusi sangat jauh dari desa tersebut. Jarak antara desa tersebut dengan kota Mataram hanya sekitar 20km atau 30 menit perjalanan dengan kendaraan pribadi. Saat perjalanan menuju desa tersebut, anda bisa menikmati indahnya pantai dan juga pemandangan bukit-bukit hijau. Setelah memasuki area desa wisata tersebut, anda akan disuguhkan dengan berbagai toko souvenir yang berdiri sepanjang jalan. Toko-toko tersebut kebanyakan menjual kain songket atau sarung songket khas desa wisata itu.

Keunikan Kain Songket Khas Desa Sukarare

Ketika anda sudah tiba di sana, anda pasti akan merasa kagum lagi karena semua perempuan di desa tersebut bekerja sebagai penenun kain. Cara membuat sarung songket pun masih khas dan jauh dari kata modern karena masih menggunakan cara tradisional. Teknik tersebut sudah turun temurun dilakukan. Di sana anda akan diperlihatkan pembuatan songket mulai dari pembuatan benang, memberikan zat pewarna pada benang dan kemudian cara menenunnya dengan mesin pemintal yang masih sangat tradisional. Untuk pemberian zat pewarna pada benang pun juga menggunakan pewarna yang masih sangat alami. Mereka akan mencari tumbuhan yang bernama kesumba untuk dijadikan pewarna kain alami.

Sarung songket biasanya digunakan untuk upacara adat pada suku Sasak. Sarung tersebut digunakan untuk upacara Pesat Besar atau Begawe Beleq. Namun jika anda tertarik untuk membelinya, anda bisa memodifikasi kain songket tersebut dengan dibuat rok atau baju yang modern. Jangan heran apabila harga dari songket itu sangat mahal karena memang pembuatannya yang masih manual dan serba tradisional. Pembuatan secara tradisional akan membutuhkan waktu yang lama maka harga dari satu sarung songket pun berkisar antara 500 ribu rupiah ke atas.

Apabila songket makin bagus motifnya dan bahannya terbuat dari yang berkualitas tentu harganya pun bisa sampai jutaan rupiah. Berada di desa wisata yang ada di Lombok Tengah ini bisa jadi salah satu tempat wisata edukasi di Lombok. Di sana anda akan mengetahui bagaimana cara pembuatan kain yang begitu cantik dengan cara yang masih jauh dari kata modern. Di desa Sukarare bisa membuat para wisatawan menambah pengetahuannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *